Perbaikan Stadion Akuatik di GBK Terhalangi Cuaca

Perbaikan Stadion Akuatik di GBK Terhalangi Cuaca

Curah hujan yang meningkat belakangan ini menjadi terkendala sendiri pada proses renovasi stadion akuatik Gelora Bung Karno, khususnya pada pengerjaan konstruksi.

“Cuaca hujan begini tentu berpengaruh karena kami sendiri dalam tahap konstruksi bangunan kolam renang,” kata Konsultan Manajemen Sangkuriang Mohamad Amirudin, di Senayan, Jakarta, Selasa (22/11/2016).

“Seperti kita tahu, saat ini semua kolam sudah dibongkar dan akan ada penambahan pembuatan tribun baru dekat kolam polo air. Jadi cuaca seperti ini cukup menjadi kendala,” lanjutnya.

Venue akuatik menjadi salah satu yang menjalani perombakan besar dalam rangka persiapan Asian Games 2018, kendatipun tidak ada perubahan signifikan pada bagian heritage-nya.

Renovasi sendiri dilakukan lantaran jumlah lintasan dan kedalamannya belum memenuhi standar internasional sedangkan untuk urusan konsep secara keseluruhan masih bisa ditoleransi. Dalam arti, akuatik tidak perlu dibuat indoor, namun semi-indoor.

Memasuki minggu ke-14, proses renovasi sudah mencapai 11,8 persen dengan deviasi positif 0,44 persen. Kontraktor masih menyisakan waktu 11 bulan lagi untuk menyelesaikan pembangunan.

“Dibandingkan bangunan lain, venue akuatik memang cukup kompleks. Apalagi akuatik ini kan termasuk bagian dari cagar budaya juga jadi setiap bongkaran harus hati-hati. Dan untuk kolam utama memang pembangunannya cukup besar karena harus menyesuaikan dengan standar internasional seperti pelebaran kolam utama dari 8 line menjadi 10 line, jadi mau tidak mau dibongkar semua. Begitu untuk kedalaman kolamnya harus mencapai 3 meter,” beber Mohamad Amirudin.

Menurut rencana, akuatik tidak hanya merenovasi kolam utama, kolam loncat indah, dan kolam polo air, melainkan juga menambah satu kolam pemanasan, jembatan penghubung antar tribun kolam utama, dan penambahan dua tribun baru untuk polo air.

“Penambahan tribun di sisi timur dan sisi barat. Masing-masing seribu kursi. Saat ini kan baru tersedia 6 ribu kursi. Penambahan ini memang cukup banyak ketimbang (venue) lain,” jelas Mohamad Amirudin.

“Selain itu untuk atap juga akan bertransformasi dari yang sebelumnya berbentuk zigzag kini akan dibuat seperti gelombang air. Alasan perubahan ini supaya tidak sama dengan Istora. Selain itu, keduanya kan merupakan sport supporting dari GBK. Nah, atapnya bergelombang supaya kesannya seperti mengarahkan menuju pintu masuk GBK,” imbuhnya.

Perubahan lain adalah pada kolam utama dengan bagian dalam kolamnya tidak akan dibuat dengan bahan beton, melainkan dari bahan lempengan metal yang dicetak dengan ukuran kolam yang diinginkan.

“Material kolam ini kita impor dari Spanyol, jadi memang untuk ukuran dan hal lainnya disesuaikan dengan standar FINA (federasi Akuatik Internasional). Jadi nanti kita di sini tinggal memasang saja,” sebut Mohamad Amirudin.